Tampilkan postingan dengan label ILMU AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU AGAMA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

Belajar dari Abu Mihjan

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!
Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk (Jild) padanya karena perbuatannya itu. Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk. Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.
Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.
Di dalam penjara, dia sangat sedih karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yang bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.
Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”
Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.
Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:
لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا
Kami tidak akan mencambukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah, tidak akan lagi meminum khamr selamanya!”
Saudaraku ….
Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agama-Nya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.
Wallahu A’lam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/02/02/45749/berjuanglah-untuk-islam-walau-anda-pelaku-maksiat/

Rabu, 12 Desember 2012

Hebatnya malam lailatul Qadar



Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan
Mengapa Ramadhan?
Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?
Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.
Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).
Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).
Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.
Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.
Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari shaumul biidh pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.
Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.
Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.
Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2.
Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)
LQ - 1000 bulan
Building Block
  • Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
  • Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
  • Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
  • Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan
Itulah sebabnya
  • Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
  • Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
  • Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
  • Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
  • Lebih utama adalah itiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr
Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan
  • Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
  • Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
  • Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
  • Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari
Three in One di bulan Ramadhan
  1. Efektif memahami Al Quran di malam hari
  2. Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
  3. Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut
Manfaatkan malam-malam Ramadhan
  • Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr
  • Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)
  • Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa
  • Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
  • Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
  • Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia

Selasa, 20 November 2012

Manfaat puasa

Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan Mengapa Ramadhan? Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh? Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18. Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari). Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari). Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak. Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak. Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari shaumul biidh pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya. Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA. Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray. Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2. Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3) LQ - 1000 bulan Building Block Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan Itulah sebabnya Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan. Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan. Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan. Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan Lebih utama adalah itiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari Three in One di bulan Ramadhan Efektif memahami Al Quran di malam hari Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut Manfaatkan malam-malam Ramadhan Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan) Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia

Selasa, 09 Oktober 2012

Rahasia di Balik Urutan Tinggi Jari ( Muslim )



Apa makna di balik urutan tinggi jari tangan?

Tidak mudah juga untuk menjawab ini. Mungkin jawaban umumnya adalah hal itu diciptakan agar manusia senantiasa mudah menggenggam atau mencengkeram sesuatu didalam aktivitasnya.Namun jika saya boleh membaca atas petunjuk Alquran, maka saya simpulkan bahwa rahasia dibalik tinggi jari yang berbeda-beda itu adalah merupakan TANDA perjalanan kehidupan manusia itu sendiri.

Mari kita segera telusuri.

1. Jari kelingking. (Zaman Adam)
Mengapa saya simpulkan bahwa jari kelingking adalah zaman Adam?
Kita harus pahami bahwa bahasa Alquran dibaca dengan cara dimulai dari kanan ke kiri. Dan nama Allah yang tercetak di jari kita pun, huruf Alif nya adalah jari kelingking.Dari itulah saya simbolkan bahwa Jari Kelingking adalah zaman Adam. Karena memang Adam lah Manusia Pertama.


2. Jari Manis. (Zaman Idris)

Lihatlah gambar dibawah. Mengapa setelah Kelingking, terdapat Jari Manis yang ukurannya lebih tinggi dari Jari Kelingking itu?




Itu mengartikan bahwa kehidupan yang di jalani oleh masyarakat manusia di zaman Idris sungguh memiliki peradaban yang lebih tinggi di banding ketika zaman Adam. Alias semakin berkembang.

Tidak heran juga mengapa sosok Budha yang tergambar duduk di tengah BUNGA TERATAI adalah melambangkan bahwa TERNYATA masyarakat manusia pada zaman itu sudah mampu melakukan perjalanan sampai ke Planet terujung, yakni planet Sidratul Muntaha. (TERATAI tempat berhenti). Dan Budha adalah orang yang memang di duga sosok Nabi Idris. Dan beliau sendiri menjadi simbol Miraj bagi kaumnya pada zaman itu.

Surat 50/36 :
“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah binasa itu) telah pernah menjelajah di berbagai negeri…“

Lebih lanjut, berbagai penemuan puluhan benda kuno namun canggih yang oleh ilmuwan disebut sebagai bukti kehebatan dari cerdasnya masyarakat zaman dahulu itu secara tidak langsung menggenapi analisa ini.


3. Jari Tengah (Zaman Nuh).

Mengapa Jari Tengah ukurannya lebih tinggi dari 2 jari sebelumnya, Jari Manis dan Jari Kelingking?



Itu menandakan bahwa kehidupan masyarakat manusia di zaman Nuh adalah zaman Puncak peradaban. Di mana segala sendi kehidupan manusia pada zaman itu telah sampai pada titik tertingginya. Namun sungguh teramat sayang ketika kemajuan peradaban tidak membawa pada arah ketakwaan, akhirnya Allah menghukum mereka -masyarakat Zaman Nuh- dengan mengirimkan bencana Banjir Dahsyat. Dari situlah akhirnya orang-orang kafir dibinasakan sementara manusia yang selamat (Nuh beserta umatnya) berkembang biak kembali dan peradaban pun di mulai dari titik 0 lagi.

Dan Jari Tengah (Zaman Nuh) pun akhirnya menjadi BATAS TOLAK UKUR antara 2 episode perjalanan kehidupan manusia. Umat sebelum Zaman Nuh dan Umat sesudah Zaman Nuh.


4. Jari Telunjuk (Zaman Ibrahim).

Mengapa Jari Telunjuk ukurannya malah menjadi lebih rendah (turun) dibanding Jari tengah?




“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongan Nuh”

Kelebihan Zaman Ibrahim adalah Allah menjadikan sosok nabi Ibrahim ini sebagai “Bapaknya” para nabi. Dari sini beliau dijadikan figur ajaran Tauhid bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Sebab beliau merupakan orang Paling Pemberani yang pernah ada dalam menyebarkan ajaran paham satu Tuhan.Dari sebab itulah kenapa Telunjuk saya simbolkan dengan zaman Ibrahim, karena Jari Telunjuk memang merupakan simbol untuk penyebutan angka 1.


Surat 6/161 :

“Katakanlah : “sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus…..”
Kembali ke pertanyaan mengapa ukuran Jari Telunjuk malah lebih rendah dari Jari tengah, itu sangat jelas mensinyalkan bahwa apa yang ada pada zaman nabi Ibrahim (mulai dari ukuran tubuh manusia, ukuran kepintaran manusia, ukuran kemakmuran manusia) semuanya menjadi menyusut di perkecil oleh Allah dibanding dengan kala manusia pada waktu sebelum zaman nabi Nuh. Dan yang paling sangat tampak adalah ukuran tubuh manusia yang dari masa ke masa terus mengalami penurunan. Hingga akhirnya perjalanan waktu tersebut berlaku dari zaman ke zaman menuju sampai pada zaman Muhammad (Jari Jempol). Zaman sisa-sisa.

5. Jari Jempol (Zaman Muhammad).

Surat 16/123 :
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) : “Ikutilah agama Ibrahim…”
Surat 36/2-4 :
“Demi Alquran yang penuh hikmah”
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) salah seorang rasul-rasul”
“Di atas jalan yang lurus”.



Jari Jempol (Zaman Muhammad) adalah jari yang paling pendek dari ke empat jari sebelumnya.Mengisyaratkan bahwa apa yang ada pada zaman ini merupakan zaman sisa-sisa kehidupan. Segala keberhasilan kita dalam bidang teknologi yang kita banggakan, tetap tidak akan pernah sanggup untuk melampaui apa yang pernah di capai oleh umat sebelumnya.

Dari itulah Alquran sering kali menegaskan jika umat sebelum kita yang segala sesuatunya lebih tinggi (lebih hebat) saja mampu dibinasakan, apalagi zaman kita !!! Zaman pengulangan !!!

Surat 56/62 :
“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran?”

Namun disamping itu semua janganlah berkecil hati, sebab di balik rendahnya “derajat” zaman ini (zaman penghabisan) Allah tetap Maha Penyayang terhadap mahluk bernama manusia. Lihatlah betapa akhirnya Dia menurunkan Alquran melalui Muhammad sebagai kitab Ummul Ilmu (Ibu Ilmu). Sejalan dengan istilah pada Jari Jempol itu (Ibu Jari).
“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Alquran) kepada hambaNya, agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam.”

(QS. Al Furqaan : 1)

Jumat, 31 Agustus 2012

BACAAN LIMA


Bacaan Lima
1.Syahadat (Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna MuhammadarRasuulullaah
 2.Ta’audz (A’uudzu Billaahi Minasy-Syaithaanir-Rajiim)
3.Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un
4.Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil-‘Aliyyil-Azhiim 
5.Allaahu Akbar, 3x 

 Do’a lengkap sesudah Sholat
Syahadat Ta'audz + Al-Fatihah 
Astaghfirullaahal-‘Azhiim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih,3x
Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahuu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Wa Lahul-Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qadiir, 3x 
Subhanal Malikil Ma'budi, Subhanal Malikil Maujudi, Subhanal Malikil Hayyil Lazi, Laa YanamuWala Yamuttu, Wala Yafuutu Abadan Subhun Qudusun Rabbunaa Wa Rabbul MalaikatiWarruuh, Subhanallahi Walhamdulillahi Walaa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar  
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil-‘Aliyyil-Azhiim.
Takbir lengkap:Allaahu Akbar, 3x, 
Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar Walillahilhamdu,Allaahu Akbar Kabiiraw Wal-Hamdu Lillaahi Katsiiraw Wa Subhaanallaahi Bukrataw WaAshiilaa. Laa Ilaaha Illallaahu Walaa Na'budu Illaa Iyyahu Mukhlishiina Lahuddiinna WalauKarihal Kaafirun, Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu, Shadaqa Wa'dahu Wanashara 'AbdahuWa-A'azzajundahu Wahazamal Ahzaaba Wahdahu, Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar,Allahu Akbar Walillaahil Hamdu 
Subhaanallahi, 33x 
Al-Hamdu Lillahi,33x 
Laa Ilaaha Illallaahu,33x 
allaahu Akbar,33x 
Istighfar, 33x (Astaghfirullaahal-‘Azhiim) 
A’uudzu Billaahi Minasy-Syaithaanir-Rajiim. Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim. Al-Hamdu LillaahiRabbil-‘Aalamiin, Hamdan Na’iimiin, Hamdan Syakiiriin, Hamday Yuwaafii Ni’amahu Wa Yukaafii Maziidah. Yaa Rabbanaa Lakal-Hamdu, Wa Laa Ka Syukru, Kamaa Yambaghii Li Jalaali Wajhika Kariim Wa Azhiimi Sulthaanik
  Shalawat lengkap:Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadiw Wa'alaa Aali Sayyidinaa Muhammadin.Kamaa Shallaita 'Alaa Sayyidinaa Ibraahiim Wa 'Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim. Wa Baarik'Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad. Kamaa Baarakta 'AlaaSayyidinaa Ibraahiim Wa 'Alaa Aali Sayyidinaa Ibraahiim. Fil-'Aalamiina Innaka HamiidumMajiid
 
Allahumma Innaa Nas'aluka Ridhoka Wal Jannah, Wanaa'uudzu Bika Ming Sakhatika Wannari,Allahumma Innaaka Afuwwun Karimun, Tuhibbul Afwa Fa'fu Ana Yaa Kariim 
Allaahumma Antas-Salaamu Wa Minkas-Salaamu, Wa Ilaika Ya'uudus-Salaamu, Fa HayyinaaRabbanaa Bis-Salaami, Wa Adkhilnal-Jannata Daaras-Salaami, Tabaarakta Rabbanaa Wa Ta'aalaita Yaa Dzal-Jalaali Wal-Ikraam
Do’a Tolak Bala:Allahumma Sif Anna Minal Balaa-I Wal Wabaa-I Ma Laa Yaksyifuha Ghairuk
Allahummas Rif Annaa Minal Balaa-I Wal Wabaa-I Ma Laa Yaksyarifuha Ghairuka
Allahumad Fa'annaa Minal Balaa-I Wal Wabaa-I Malaa Yadfauha Ghairuka 
Yaa Daadi Ala Balaa-I Yaa Allaahu 
Ya Daa-Fi Al Balaa-I Yaa Rohmanu 
Ya Daa-Fi Al Balaa-I Yaa Rohiimu
 Idfa' Annaa Kulla Balaa-I Dunyaa Wabalaa Il Aakhirat, Waa Syarraddun-Yaa WasyarralAkhiroh, Wamin Aduwwin Minal Insaan Wal Jin, Waminassyaitani Wal Iblis, Wamaa YathiruMinal Hawa-I, Wama Yanzilu Manissama-I, Wama Yakhruju Minal Ardi, Birahmatika YaArhamarrohimin, Washalallahu Alaa Saiyidina Muhammadin Wa Ala Alihi Waash HabihiAjmain Wal Hamdulillahi Robbil 'Alamiin
Allahummaftah 'Alaina Abwaa Bal Khairi
Wa Abwaabal Barakati
Wa Abwa Banni'mati
Wa Abwa Barrizqi
Wa Abwaa Bal Quwwati
Wa Abwaabas Shihhah
Wa Abwaabas Salaamah
Wa Abwaabal JannahAllahumma 'Aafinaa Ming Kulli Balaa-Iddunya
Wa Adzaabil Aakhirah
Wash Rif Annaa Bihaqqil Qur'anil 'Adzhiim
Wa Nabiyyikal Karim Syaraddunyaa 
Wasyarral Akhirah Ghofarallahu Naa
Wa Lahum Birahmatika Yaa Arhamarraahimin
 Allahhuma Innaa Nas Aluka Imanan Daiman
Wanas Aluka Qalban Khosyi'an
Wanas Aluka Ilaman Naafi'aa
Wanas Aluka Yaqiinan Shaadiqon
Wanas Aluka Amalan Shalihaan
Wanas Aluka Diinan Qayyimaan
Wanas Aluka Khairab Katsyiraan
Wanas Aluka Afwa Wal 'Aafiyah
Wanas Aluka Tamaamal 'Aafiyah
Wanas Aluka Syukro 'Alal 'Aafiyah
Wanas Aluka Ghinaa 'Anin Naas
  Allaahumma Rabbanaa Taqabbal-Minnaa Shalaatanaa, Wa Shiyaamanaa, Wa Qiyaamanaa,Wa Rukuu’anaa, Wa Sujuudanaa, Wa Takhasysyu'anaa, Wa Tadarru'anna, Wa Ta’abbudanaa, Wa Tammim Taqshiiranaa Ya Allaah 
 Allahumma A’innaa ‘Alaa Dzikrika Wa Syukrika Wa Husni Ibaadatik
Rabbanaa Laa Tu’aakhidznaa In Nasiinaa Au Akhtha’naa
Rabbanaa Wa Laa Tahmil-Alainaa Ishran Kamaa Hamaltahuu ‘Alal-Ladziina Min QablinaaRabbanaa Wa Laa Tuhammilnaa Maa Laa Thaaqata Lanaa Bihi, Wa’fu ‘Annaa, Waghfir Lanaa,Warhamnaa, Anta Maulaanaa Fanshurnaa ‘Alal-Qaumil-Kaafiriin
 
Do’a Selamat: 
Allaahumma Innaa Nas’aluka Salaamatan Fid-DiinWa ‘Aafiyatan Fil-JasadiWa Ziyaadatan Fil-‘IlmiWa Barakatan Fir-RizqiWa Taubatan Qablal-MauutWa Rahmatan ‘Indal-MauutWa Magfiratam Ba'dal MauutAllaahumma Hawwin 'Alainaa Ya Allaah Fii Sakaraatil-MauutWan-Najaata Minan-NaarWal-‘Afwa ‘Indal-Hisaab 
Rabbaana Laa Tuzigh Quluubanaa Ba'da Idz Hadaitanaa Wahab Lanaa Min LadunkaRahmatan Innaka Antal-Wahhaab 
Rabbanaghfir Lanaa Wa Li Waalidiinaa, Wa Li Jamii’il-Muslimiina Wal-Muslimaati, Wal-Mu’miniina Wal-Mu’minaati, Al-Ahyaa’i Minhum Wal-Amwaat, Innaka ‘Alaa Kulli Sya’inQadiir 
Rabbanaa Hab Lanaa Min Azwaajinaa Wa Dzurriyyaatina Qurrata A’yuniw Waj’alnaa Lil-Muttaqiina Imaamaa
Rabbanaa Zhalamnaa Anfusanaa Wa In Lam Taghfir Lanaa Wa Tarhamnaa LanakuunannaMinal-Khaasiriin
Rabbanaa Aatinaa Fid-Dun-Yaa Hasanatan Wa Fil-Aakhirati Hasanatan Wa Qinaa ‘Adzaaban-NaAllaahummaghfir Lanaa, Dzunuubanaa Wa Kaffir ‘Annaa Sayyi’aatinaa Wa Tawaffanaa Ma'al-AbraarRabbij’alnii Muqiimash-Shalaati Wa Min Dzurriyyatii Rabbanaa Wa Taqabbal Du’aaWa Adkhilnal-Jannata Ma’al-Abraar, Yaa ‘Aziizu Ya Gaffaaru Yaa Rabbal-‘Aalamiin 
Subhaana Rabbika Rabbil-'Izzati 'Ammaa Yashifuun, Wa Salaamun 'Alal-Mursaliina Wal-Hamdu Lillaahi Rabbil-'AalamiinAmiin 
Al-Fatihah
Bacaan setelah Tahajud 4 raka’at pertama
1.Bismillahir Rahmannir Rahiim2.Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallaah, Allahu Akbar3.Fadlan Minallahu Wa Ni’matan, Wa Maghfiratan, Wa Rahmah4.Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahuu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Wa Lahul-Hamdu YuhyiiWa Yumiitu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qadiir5.Shalawat Nabi Saw:
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wahabibina, Wa Syafi’ina, WaMaulana, Muhammadin, Wa‘Ala Alihi, Wa Shohbihi Ajmain6.Allahumma Innaa Nas'aluka Ridhoka Wal Jannah Wanaa'uudzu Bika Ming SakhatikaWannari


7.Allahhumma Innaaka Afuwwun Karimun, Tuhibbul Afwa Fa'fu Ani Jamii’an MuslimiinaWal-Muslimaati, Birahmatika Ya Arhamarrohimin
Bacaan setelah Tahajud 4 raka’at kedua
1.Bismillahir Rahmannir Rahiim2.Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallaah, Allahu Akbar3.Subhanal Malikil Ma'budi, Subhanal Malikil Maujudi, Subhanal Zil Izati Wal Azhomati,Wal Qudrotihi, Wa Hayibatihi, Wal Suthon, Wal Ala’i, Wal Kibriati, Wa Jalali, Wal Jama’i,Wala Yamuttu, Wala Yafuutu Abadan Subuhun Qudusun Rabbunaa Wa RabbulMalaikati Warruuh, Subhanallahi Walhamdulillahi Walaa Ilaaha Illallaahu WallahuAkbar. Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil-‘Aliyyil-Azhiim
Bacaan setelah Witir
1.Bismillahir Rahmannir Rahiim2.Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallaah, Allahu Akbar3.Takbir, 33x (Allaahu Akbar, 3x, Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu AkbarWalillahilhamdu)4.Doa Jagad Buana
(dibaca juga setiap setelah sholat apapun)
•
 Ya Allah, apapun ibadah yang kami kerjakan, jadikanlah sebagai tanda bakti &syukur kami kepadaMu
•
 Ya Allah, kami yang saat ini masih dititipi & dikehendaki dengan kehidupanselama di dunia ini, semoga Ya Allah, Engkau memberikan segala kecukupan dariapa yang kami butuhkan
•
 Ya Allah, berikanlah kepada kami kesenangan di dunia & kesenangan di akhirat,dan jadikanlah kami menjadi ahli surgaMu & jauhkanlah kami dari api nerakaMu
Bacaan setelah Ashar

(minimal dibaca 1x dalam sehari)
1.Takbir, 33x (Allaahu Akbar, 3x, Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allaahu AkbarWalillahilhamdu) 
2.Subhanal Malikil Ma'budi, Subhanal Malikil Maujudi, Subhanal Malikil Hayyil Lazi, Laa Yanamu Wala Yamuttu, Wala Yafuutu Abadan Subhun Qudusun Rabbunaa Wa RabbulMalaikati Warruuh, Subhanallahi Walhamdulillahi Walaa Ilaaha Illallaahu WallahuAkbar. 
3.Subhanallahi Adadama Kholaqol Fisama’I, Wa Subhanallahi Adadama Kholaqol Fil Ardi,Wa Subhanallahi Baina Dzalika, Wa Subhanallahi Adada Wal Kholiqu, Wallahu AkbarMitslu Dzalik, Walhamdulillahi Mitslu Dzalik, Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata IllaaBillaahi Mitslu Dzalik, Laa Ilaaha Illallaah Mitslu Dzalik
4.Subhaanallahi, 33x 
5.Al-Hamdu Lillahi,33x
 6.Laa Ilaaha Illallaahu,33x 
7.Allaahu Akbar,33x 
8.Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahuu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Wa Lahul-Hamdu YuhyiiWa Yumiitu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qadiir8.Shalawat Nabi SAW: 
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad
•
Allaahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wahabibina, Wa Syafi’ina, WaMaulana, Muhammadin, Wa‘Ala Alihi, Wa Shohbihi Ajmain9.Istighfar, 33x (Astaghfirullaahal-‘Azhiim)
 
10.Astaghfirullaahal-‘Azhiim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa AtuubuIlaiih, Taubatan Abdi Zholimin Layamliku Linafsihi Dhorron Wala Naf’an Wala MautanWal Hayatan Wala Nusuro11.Doa Nabi Yunus AS:
•
Laa Ilaaha Illa Anta Subhannaka Ini Kuntum Minal Dzalimin 
12.Doa minta ampunan
13.Doa Jagad Buana
14.Doa Arwah
•
Contoh: Wa Kusyuson Illa Ruhi “Nama” bin/binti “Nama Orang Tua”

agus wibowo. Diberdayakan oleh Blogger.